Corona

Tanda Pasien Virus Corona Sudah Sembuh yang Perlu Diketahui

Penyebaran virus Corona sampai saat ini memang luar biasa. Bahkan di Indonesia sendiri saat ini sudah ratusan orang yang terinfeksi virus tersebut. Penyebaran virus ini dinilai jauh lebih cepat daripada flu burung. Tetapi kesempatan untuk sembuh dari virus Corona juga jauh lebih besar. Oleh sebab itu, mari kita cari tahu seperti apa tanda pasien virus Corona yang sudah sembuh walaupun belum ada obatnya.

beepdo.com

Tanda Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh

Sebenarnya persentase kematian kasus infeksi Corona hanya sebesar 2% hingga 3%. Sementara flu burung memiliki persentase kematian tinggi mencapai 80%. Jadi dari sekian banyak kasus virus Corona yang terjadi, masih terdapat secercah harapan yang bisa membuat pasien merasa yakin bahwa mereka bisa sembuh.

Lantas apa yang menjadi tanda bahwa pasien virus Corona sudah benar-benar sembuh? Sebenarnya terdapat tanda-tanda atau ciri bahwa orang tersebut benar-benar terbebas dari infeksi virus Corona yang mematikan itu.

Pertama agar bisa memastikan bahwa pasien memang benar-benar sembuh, maka harus melakukan tes virus sebanyak 2 kali tindakan. Bila kedua hasil laboratorium tersebut sudah negatif, itu artinya kemampuan menularkan virus sudah tidak ada.

Selanjutnya jika gejala klinis yang sebelumnya dirasakan oleh pasien seperti pilek, sesak nafas, demam tinggi dan juga batuk parah sudah tidak terjadi, itu artinya pasien penderita Coronavirus bisa dinyatakan sembuh.

Dalam hal ini, dokter wajib untuk memastikan pemeriksaan laboratorium 2 hari berturut-turut. Bila virus Corona yang menular melalui pernapasan seperti batuk bersin, harus diperiksa bagian tenggorokannya. Cairan tubuh lain sampai bahkan fesesnya pun harus diperiksa.

Sebenarnya virus tidak bisa disterilkan sebab akan mengganggu keseimbangan mikrobiologi di dalam tubuh. Pemberian obat-obatan berfungsi untuk menekan jumlah virus dan bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Sistem kekebalan tubuh itulah yang akan melawan dan meredam keberadaan virus. Adanya virus sangat bergantung pada kekebalan tubuh, jadi ada yang bisa sembuh dengan sendirinya.

Pengobatan Atasi Virus Corona

Walaupun negara lain ada yang mengaku bahwa obat anti HIV bisa mengembalikan kesehatan pasien virus Corona. Tetapi hal ini tidak sepenuhnya dapat diyakini. Sebab masih perlu banyak penelitian untuk bisa menentukan seberapa ampuh obat HIV agar bisa mengatasi 2019n-CoV yang saat ini sedang merajalela.

Sekarang ini pengobatan yang bisa diberikan kepada pasien yang sudah terinfeksi virus Corona sifatnya simptomatik atau dengan perawatan suportif. Sebab sampai sekarang belum ada obat ataupun vaksin yang bisa menangkal 2019n-CoV. Proses pengobatan simtomatik yang diberikan mirip dengan pertolongan pertama yang dilakukan untuk orang yang terinfeksi virus atau bakteri.

Penanganan tersebut misalnya seperti dengan minum obat penurun demam seperti Ibuprofen atau Paracetamol. Penderita juga disarankan untuk minum air putih yang banyak, sebab cairan sangat mendukung kesembuhan bagi orang yang terinfeksi bakteri maupun virus..

Bila obatnya benar-benar sudah ditemukan, tentunya WHO akan memberitahukan hal tersebut kepada seluruh dunia supaya dapat segera digunakan. Jadi sampai sekarang memang belum diketahui seperti apa pengobatan spesifik yang bisa membuat mereka yang terinfeksi virus Corona sembuh.

Dari banyaknya pasien virus Corona, orang yang punya daya tahan tubuh lemah yaitu pasien yang berusia lanjut. Sebab disamping mempunyai daya tahan tubuh yang dinilai kurang baik, biasanya pasien berusia lanjut mempunyai riwayat penyakit kronis seperti penyakit paru dan diabetes. Oleh sebab itu, lansia dengan riwayat penyakit kronis memiliki kesempatan sembuh yang lebih kecil.